Mesin Gol PSS Sleman Yang Terhenti Karena Cidera

Yogyakarta: Ekspresi gelandang serang PSS Sleman, Brian Fereira, tampak dingin saat menyaksikan timnya berjibaku menundukkan pemuncak klasemen sementara Liga 1 2019, Bali United di Stadion Maguwoharjo Sleman Rabu sore itu, 6 November 2019.

Pemain 25 tahun berdarah Argentina itu, dari kursi penonton VVIP Stadion Maguwoharjo, hanya sesekali terlihat gemas saat rekannya rekannya mendapat peluang emas namun gagal mengeksekusinya menjadi gol.

PSS Sleman harus mengakhiri laga kandang kontra Bali United sore itu dengan skor 0-0, tanpa diperkuat kembali Brian yang sudah absen di tiga laga terakhir Super Elang Jawa karena cidera tak kunjung pulih.

Usai laga PSS kontra Bali itu, pemain berpaspor Irak tersebut turun dari tribunnya lalu berjalan menuju tengah lapangan dan mengucapkan
salam perpisahan nan haru dengan di hadapan belasan ribu suporter PSS yang memadati stadion.

Mesin gol terbanyak kedua Laskar Sembada yang sudah melakoni 20 pertandingan dengan torehan sembilan gol dan lima assist itu pamit akan pulang ke kampung halamannya Argentina dan tak bisa lagi lanjut membela PSS hingga akhir musim kompetisi.

Eks pemain River Plate, Velez Sarsfield, Olimpo, dan Independiente itu telah divonis dokter tim tak dapat melanjutkan laga lagi dalam waktu dekat usai laga terahirnya membela PSS Sleman kontra Persija Jakarta 24 Oktober 2019 lalu.

Dalam laga kontra Persija yang berakhir 0-0 lalu itu, eks pemain Timnas Argentina U-17 tersebut bertubrukan keras dengan seorang gelandang Macan Kemayoran dan ternyata cidera parah.

Hasil pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI), ulu hati eks pemain Johor Darul Ta’zim itu sobek tiga sentimeter sehingga harus menjalani terapi panjang yang membuatnya harus absen hingga akhir musim. 

“Kontrak saya dengan PSS Sleman sebenarnya berakhir Desember 2019 nanti, tapi dokter merekomendasikan saya pulang dulu (ke Argentina) agar bisa fokus penyembuhan di sana,” ujar Brian ditemui Tempo di sela laga.

Pemain asing yang dikontrak PSS Sleman pertama kali untuk menjalani musim kompetisi 2019 ini mengaku pasrah atas kondisinya itu. Brian juga tak menyalahkan keadaannya meski menjadi pemain asing pertama PSS Sleman yang pertama harus hengkang dari klub asuhan Seto Nurdiyantoro itu.

“Saya tak bisa membenci dan menyalahkan keadaan saya. Dalam sepakbola cidera seperti ini tidak bisa diduga,” ujar pemain yang pernah melakoni kompetisi di Liga Malaysia,. Chile dan Ekuador itu.

Pemain yang nyaris berlabuh ke tim asal Mesir, ENPPI SC sebelum akhirnya bergabung PSS Sleman itu menuturkan, belum tahu rencananya ke depan pasca pulih dari cideranya itu.

“Saya belum tahun ke depan nanti seperti apa. Yang jelas saat ini tak ada yang lebih penting bagi saya selain menyembuhkan cidera ini,” ujarnya.

Brian menjadi legiun asing pertama yang secara resmi direkrut PSS Sleman usai merampungkan proses penandatanganan kontrak pada 1 Maret 2019 lalu.

Brian saat itu memilih bergabung dengan PSS Sleman karena merasa cocok dengan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia serta pendukung PSS Sleman yang militan.

PSS Sleman pun lantas menjadi tim kedua di Asia yang dibela Brian usai berakhir kontraknya bersama tim Johor Darul Ta’zim Malaysia di musim 2017.

Ya, PSS Sleman cukup beruntung mendapatkan Brian, sang playmaker produktif Elang Jawa yang terus saling bersaing mencetak gol bersama striker PSS asal Ukraina, Yevhen Bokhasvili yang kini mengantongi 13 gol.

Moncernya Brian mengarungi kompetisi bersama PSS yang menjadi tim promosi di Liga 1 2019, membuatnya tak urung diburu tim lain untuk mendapatkanya.

Namun, dengan kualitas yang dimilikinya, Brian jelas tak akan masuk daftar lego oleh PSS Sleman.

Bahkan Chief Executive Officer (CEO) PT Putera Sleman Sembada (PT. PSS) Fatih Chabanto akhir September 2019 lalu sudah mulai bernegosiasi dengan sejumlah pemain agar tetap bertahan membela PSS di musim kompetisi 2020. Salah satunya dengan Brian Fereira.

Namun rencana itu kemungkinan akan dikaji ulang pasca Brian cidera.

Meski pemain yang mengidolakan Juan Roman Riquelme itu pernah menyatakan belum berminat hengkang dari PSS sampai kontrak berakhir pada Desember 2019, namun tak ada satu jaminan pun Brian bakal kembali Indonesia jika penyembuhan cideranya tuntas.

Suporter Elang Jawa mungkin boleh sedikit menyimpan harapan jika nyawa tengah PSS itu bakal merumput kembali musim kompetisi 2020 nanti dengan seragam hijau kebanggaan Sleman itu.

Khususnya saat menyimak pidato perpisahan Brian di lapangan usai laga PSS Sleman vs Bali United di Maguwoharjo pada Rabu 6 November 2019.

Pada kesempatan itu, Brian mengucapkan terimakasihnya atas dukungan dari pelatih, pemain, manajemen, dan terutama suporter PSS yang luar biasa. Menurutnya, bersama PSS, ia menjalani musim kompetisi yang berkesan dan tak terlupakan.

“Saya sebenarnya belum bisa menentukan musim depan akan seperti apa. Tapi dengan besarnya dukungan kalian di PSS, saya tetap akan prioritaskan tim ini musim depan. Semoga kita bisa berjodoh lagi,” ujar Brian yang disambut riuh tepuk tangan para suporter Sleman sambil mengelukan namanya. (Due)