Wadah Seniman  SelosoSelo Lahir Kembali


YOGYAKARTA: Sebuah wadah guyonan seniman Yogyakarta bertajuk SelosoSelo memang telah terdengar mampu mengocok perut penonton sejak 2011 lalu.

Namun, beberapa waktu terakhir ruang berekspresi bebas yang mampu menyampaikan guyonan berbobot dengan sindiran dan sentilan pada keadaan masyarakat setiap Selasa malam itu seakan lenyap ditelan bumi. 

Anang Batas, Awangizm dan Alit Jabangbayi yang dikenal begitu kompak memadukan banyolan sempat berpisah untuk beberapa saat. Sering ketiganya mengambil job menjadi MC atau melawak secara sendiri-sendiri. 

Tak heran kemudian banyak yang mengaitkan adanya suasana tak harmonis dari ketiga pelawak yang sebenarnya lintas generasi tersebut. Namun, ternyata dugaan banyak orang tentang akhir sedih SelosoSelo terjawab, Rabu (26/6/2019) malam. 

Untuk kali pertama setelah sekian purnama, SelosoSelo kembali dengan tagar Rebo(rn). Alit, Awang dan Anang kembali bersama dalam satu panggung di Hotel Ibis Style Malioboro dalam momen yang cukup menarik bertajuk lahir kembali tersebut. 

Ketiganya kini menyampaikan guyonan berbalut pesan persatuan, tidak ada lagi kubu A atau B, pasangan 01 atau 02 yang mengkotak-kotakkan masyarakat. Pesan untuk menjadi satu Indonesia setelah tercabik dengan kontestasi pemilu dengan berjuta informasi berseliweran diusung ketiganya yang kini juga berusaha menggandeng seniman lintas genre dan generasi. 

“Kita hadir lagi, bergembira bareng dengan pesan persatuan. Sudah tidak ada lagi kelompok A atau kelompok B, karena kita sama satu Indonesia, saatnya kita bersatu, seperti kami yang digambarkan tadi Alit jadi A dan Awang B kemudian saya penengahnya. Kelompok-kelompok itu sudah jangan ada lagi lah, kita coba pesankan melalui guyonan yang Jogja banget,” ungkap Anang Batas kepada wartawan usai tampil di panggung. 

Tagar Rebo(rn) menurut Anang juga memiliki makna tersendiri bagi SelosoSelo yang berikrar akan terus menyuarakan guyonan menghibur di berbagai lapisan masyarakat. “Rebo(rn) ini di hari Rabu, jadi kita tidak akan terbatas hari Selasa saja seperti dulu-dulu. Mungkin sekarang di kafe tapi kami akan muter juga seperti di kampus, pasar atau ruang publik lainnya yang bisa dinikmati semua orang,” tandas standup komedian yang hobi plesetan kata ini. 

SelosoSelo menurut Anang juga akan merangkul seniman dari berbagai usia mulai senior hingga junior untuk ikut tampil di depan penonton dari berbagai kalangan. “Semua ingin kita rangkul, dari senior bahkan mulai Pak Marwoto, Joned, Wisben dan sampai standup comedian junior-junior juga kita berikan ruang,” sambung Anang. 

Trio SelosoSelo sendiri selama ini dikenal selalu tampil menghibur dengan banyolan khas dari ketiga personilnya. Alit dengan guyonan ‘waton mbleyer’ dan cerita galaunya, berpadu dengan Awang yang jayus ‘wagu’ namun kerap membuat penonton tertawa serta Anang Batas dengan plesetannya menadi perpaduan menarik. 

“Mudah-mudahan bisa terus lanjut kalau saya dulu ngelawak bareng Marwoto, terus kakaknya Alit, kemudian sekarang Alit, siapa tau nanti saya sama anaknya Alit juga. Mudah-mudahan SelosoSelo bisa menghibur,” pungkas Anang. (Ad.Wic)