Libur Lebaran, Gembira Loka Tambah Meriah Karena Bayi Hope

YOGYAKARTA: Objek wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta pada H+3 Lebaran masih dipadati wisatawan. Diperkirakan hari keempat lebaran itu merupakan puncak kunjungan selama masa Lebaran 2019.  

Juru Bicara Kebun Binatang Gembira Loka Eros Yan Renanda mencatat selama libur lebaran ini, kunjungan wisatawan tak pernah di bawah angka 10 ribu.

“Puncaknya terjadi pada Sabtu (8/6), jumlah kunjungan mencapai 15.999 orang,” ujar Eros Minggu 9 Juni 2019.

Sedangkan pada Minggu (9/6), jumlah kunjungan hanya sedikit menurun yakni 14.791 orang. Kunjungan mulai membeludak sejak Kamis (6/6) mencapai 10.022 orang lalu Jumat (7/6) sebanyak 12.104 orang. Sedangkan pada hari H lebaran Rabu (5/6) kunjungan tercatat masih 2.404 orang.

“Kebanyakan wisatawan keluarga atau individu, lainnya datang secara berombongan,” ujar Eros.

Pada libur lebaran kali ini, salah satu daya tarik di kebun binatang itu yakni hadirnya bayi orang utan bernama Hope yang selalu dalam gendongan induk betinanya. “Hope tidak pernah lepas dari gendongan induknya,” tutur Panji, perawat satwa di kebun binatang itu.

Bayi orangutan Hope baru mulai didisplay pada lebaran hari pertama Rabu (5/6). “Sebelumnya selama seminggu diuji coba, tapi hanya dikeluarkan setengah hari saja,” katanya.

Bayi Hope lahir pada 11 Maret lalu dari induknya Mony, sehingga kini umurnya belum genap tiga bulan.

Selama musim liburan lebaran mulai tanggal 5 Juni sampai 23 Juni 2019, Gembira Loka mulai beroperasi pukul 07.30- 17.30 WIB dengan tiket seharga Rp. 40.000,-.per orang.

Di musim libur lebaran 2019 beberapa hal baru dihadirkan untuk memberikan kepuasan bagi pengunjung. Misalnya Zona Cakar I (Scratch Zone) yang berisikan berbagai mamalia karnivora seperti beruang madu, fishing cat, serval, dan macan dahan. Desain kandang dibuat seperti habitat asli di alam liar untuk memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung dalam mengamati tingkah laku satwa.

Area kandang akan dihiasi oleh air terjun serta sungai kecil yang mengalir untuk menambah suasana hutan asia tenggara yang menjadi salah satu konsep penataan kandang di zona cakar.

Selain zona cakar, di musim liburan kali ini Gembira Loka juga menampilkan area permainan tradisional yang mengajak pengunjung untuk berinteraksi dan mengenal kembali permainan seperti pletokan, egrang bambu, lari tempurung, gasing, bakiak, dan kapal otok – otok. Area permainan tradisional ini terletak di barat Langen Tirta, bersebelahan dengan lokasi lukis wajah atau face painting .

Pengunjung dapat mencoba permainan tersebut dan face painting secara gratis tanpa dipungut biaya. Gembira Loka juga menghadirkan hiburan bagi pengunjung dalam bentuk musik tradisional seperti gejog lesung, calung, dan juga cokekan. Tidak hanya dihibur melalui alunan nada, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan ikut memainkan calung dan gejog lesung.

Selain area permainan tradisional, pengunjung juga dapat mengunjungi petting zoo yang menjadi sebagai sarana edukasi bagi pengunjung.

Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan memberi makan keledai, domba batur, kuda poni, rusa tutul, kelinci, marmut, kura-kura Sulcata, kura-kura Emys, ayam mutiara dan kambing Ceko.

“Satwa-satwa ini sangatlah jinak dan aman dari penyakit karena dirawat secara higienis, serta tidak termasuk satwa yang dilindungi,” ujar Eros. (DHO)