Pasien RSJ Grhasia Yogya Ikut Nyoblos  Pemilu

YOGYAKARTA:  Sebanyak 16 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta telah didaftarkan untuk dapat menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019.

“Untuk pemilu ini pasien yang memenuhi syarat memilih dan sudah kami daftarkan ke KPU Sleman ada 16 orang pasien,” ujar Direktur RSJ Grhasia Ahmad Akhadi Selasa 16 April 2019.

Namun, Akhadi menuturkan, sebenarnya pihaknya mendaftarkan total sekitar 34 pasien, namun 18 orang lainnya ternyata tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) sehingga syarat administrasi tidak terpenuhi.

Adapun 16 pasien RSJ Grhasia yang sudah terdaftar dan dapat menggunakan hak pilihnya saat pemilu itu terdiri dari 10 orang pasien rehabilitasi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza) dan enam orang pasien dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

Ke 16 pasien itu nantinya memilih menggunakan formulir A5 atau pindah tempat pemungutan suara (TPS) karena bukan warga setempat.  

Para pasien RSJ Grhasia itu bisa terdaftar menjadi calon pemilih setelah lolos sejumlah syarat yang dinilai memenuhi. Selain memiliki NIK seperti diatur Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, juga syarat teknis yang mengacu dua instrument.

Pasien RSJ itu harus mengantongi Instrumen Mampu Pilih yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan instrumen pengukuran kapasitas mental.

Untuk pasien rehabilitasi napza dinilai tidak mengalami penurunan kapasitas mental melainkan hanya mengidap sebuah adiksi atau kecanduan.

Sedangkan pasien dari ODGJ yang terdaftar,  walaupun mengalami penurunan mental, namun setelah tim dokter melakukan penilaian teknis mereka juga diketahui memiliki kemampuan memilih.

“Dari pihak keluarga pasien juga telah diminta persetujuan lebih dulu apakah yang bersangkutan boleh didaftarkan sebagai calon pemilih,” ujarnya.

Untuk pasien ODGJ sendiri saat menggunakan hak pilihnya akan ditemani perawat RSJ Grhasia sampai lokasi TPS. Lalu pasien masuk bilik suara seorang diri dan menentukan pilihannya.

“Dari rumah sakit tidak akan ikut campur tangan pilihan pasien dalam pemilu ini,” ujarnya.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari menuturkan pihaknya mencatat memang ada belasan pasien RSJ Grhasia telah masuk daftar pemilih tetap Pemilu 2019. Para pasien itu dipastikan ikut menggunakan hak pilihnya 17 April 2019.

“Mereka (16 pasien) terdaftar di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb),” ujar Indah.

KPU Sleman akan memfasilitasi para pasien RSJ Grhasia itu menggunakan hak pilihnya di TPS 23 Pakembinangun yang berada di kompleks RSJ Grhasia di Jalan Kaliurang Km 17, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman Yogyakarta. (Ad.Wic)