DPRD DIY Ajak Warga Gembira Jalani Pemilu

YOGYAKARTA: Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara wajib menjamin hak konstitusi warga negara untuk memilih pada Pemilu 2019.

Guna mewujudkan penyelenggaraan Pemilu 2019 yang aman, Komisi A DPRD DIY memberikan dukungan sepenuhnya kepada seluruh komponen penyelenggara pemilu untuk bisa bekerja dengan melayani sebaik-baiknya.

“Saatnya rakyat berdaulat untuk menentukan arah bangsa ke depan dengan menggunakan hak pilih, kita dukung KPU dan Bawaslu bekerja menyelenggarakan Pemilu 2019 dengan sebaik-baiknya. Terima kasih TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat yang turut mendukung penyelenggaraan pemilu ini dengan kerja keras,” kata Eko Suwanto. Ketua Komisi A DPRD DIY dari fraksi PDI Perjuangan, Selasa, (16/4/2019)

Berkaitan dengan pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019 disebutkan adalah momen bersejarah bagi seluruh elemen bangsa untuk bisa
mewujudkan pemilu yang bermartabat, berbudaya dan bergembira ria dalam menentukan pilihan untuk mencoblos, Presiden, DPD, DPR, DPRD baik untuk tingkat provinsi, kabupaten/kota.

Sesuai data pemilih yang ditetapkan KPU tanggal 12 April 2019, untuk DIY jumlah pemilih di 78 kecamatan, ada sebanyak 11.781 TPS termasuk 1 TPS berbasis DPTb yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo.

“Berdasarkan data KPU DIY, dari DPT hasil perbaikan ketiga per 12 April 2019 ada sebanyak 2.732.024 dengan 150 data pemilih khusus (DPK). DPTb untuk pemilih yang masuk ke Yogyakarta dengan form A-5 sebanyak 50.527 orang lalu sebanyak 13.393 warga DIY yang keluar daerah untuk memilih. Pemilih yang belum terdaftar dalam DPT dan DPK, masih dapat menunggunakan hak pilih dengan menunjukkan KTP atau Surat Keterangan yang diterbitkan Dinas Kependudukan & Catatan Sipil kepada KPPS di TPS yang sesuai dengan alamat eKTP atau Suket dan dapat menunggunakan hak suaranya setelah jam 12 siang”, ujar politisi muda PDI Perjuangan itu.

Berkait dengan A5, masih banyak yang ingin menggunakan hak pilih sesuai hak konstitusi. Komisi A DPRD DIY mendorong agar KPU DIY bisa melayani sesuai peraturan perundang undangan.

“Prinsipnya hak warga negara untuk menggunakan hak pilih harus dijamin. Tidak boleh satu orang saja tidak dapat menggunakan hak pilihnya atau tercecer. Masih ada waktu bagi KPU untuk bekerja melayani warga yang akan gunakan hak pilihnya,” kata Eko.

Disebutkan dari data pemilih, cukup banyak warga yang tepat pada Rabu, 17 April 2019 berulang tahun, artinya telah memiliki hak pilih. Guna melayani perekaman E-KTP kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tetap buka.

“Pemilih yang kebetulan HUT pas usia 17 tahun cukup banyak ini sesuai konstitusi harus terlayani dengan baik. Alhamdulillah Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil se DIY tetap buka. Kantor Dispenduk Capil besok 17 April 2019 akan melayani masyarakat mulai pukul 07.30 sd 13.00. Ayo warga yang belum lakukan perekaman eKTP segera lakukan perekaman ,” katanya.

Sementara itu, berkaitan dengan hal teknis pemungutan suara dan pengawasan proses pemilihan, Komisi A DPRD DIY memberikan dukungan penuh agar proses bisa berjalan lancar dan aman.

“Kita bersama Pemda DIY, Polri dan TNI serta masyarajat berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan KPU, Bawaslu, pemda untuk ciptakan pemilu yang damai, aman dan lancar. Kita berkomitmen wujudkan Pemilu yang gembira ria,” katanya.

Eko menyatakan dirinya percaya masyarakat Yogyakarta telah memiliki kedewasaan dalam berpolitik. Yogyakarta adalah daerah istimewa dan adanya konstestasi politik adalah hal biasa setelah masa kampanye berakhir, warga bisa tetap guyub rukun.

“Para elit politik harus bersama sama kedepankan kepentingan bangsa. Kita bareng bareng menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD NRI 1945, NKRI dan keistimewaan DIY dalam pemilu yang akan berlangsung 17 April 2019. Komisi A bersama masyarakat juga bertekad melawanmoney politik agar bisa bersama mencegah lahirnya koruptor,” katanya. (Wic)