Tabrak Warga, Bus Penumpang Dibakar Massa Di Jalan Wates-Yogya

YOGYAKARTA: Sebuah bus penumpang bernama Antar Jaya hangus dibakar massa di Jalan Wates-Yogya, tepatnya di depan Kelurahan Balecatur Gamping Sleman Yogyakarta.

Bus bernomor polisi AD 1644 CF itu dibakar massa sekitar pukul 18.00 setelah menabrak seorang pengendara sepeda motor yang merupakan warga setempat.

Akibat aksi perusakan dan pembakaran bus itu, jalan Wates-Yogya khususnya dari arah timur ke barat mengalami kemacetan panjang hingga sekitar dua kilometer.

“Saya pas lagi jualan, tahu-tahu sudah banyak sekali warga yang ke tengah jalan sambil marah-marah, teriak teriak nabrak orang, pas itu di dalam bus masih ada orang dan langsung turun,” ujar Marina, 25, warga yang berjualan jajanan dekat lokasi kejadian.

Lalu, ujar Marina, massa yang semula jalan kaki biasa tampak berlari mencoba mengejar pria yang diduga supir. “Supirnya lari ke arah Polsek,” ujarnya. Polsek Gamping sendiri lokasinya tak jauh dari tempat kejadian.

Massa lalu balik mengerumuni bus yang telah kosong penumpang itu dan merusak lalu membakarnya.

“Semua toko dan warung langsung tutup saat massa mengamuk, enggak berani lihat,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, semula bus dan sepeda motor sama sama dari arah barat ke timur dengan posisi sepeda motor di depan bus. Sesaat sebelum terjadinya kecelakaan sepeda motor bermaksud membelok ke kanan namun karena jarak terlalu dekat maka bus membentur sepeda motor sehingga pengendara sepeda motor terpental dan terjadilah kcelakaan lalu lintas.

Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi Rizki Ferdiansyah menuturkan membenarkan peristiwa pembakaran bus penumpang oleh massa itu.

“Ya mungkin warga marah karena itu korbannya warga situ,” ujarnya. Namun Rizky menuturkan tak ada penumpang bus yang terluka.

“Untuk supir bus kami bawa ke Polres untuk ditangani,” ujarnya. Sedangkan terkait korban yang belum jelas identitasnya diketahui sejauh ini luka berat dan di bawa ke Rumah Sakit PKU Yogyakarta.

Rizky menuturkan pihaknya masih menyelidiki peristiwa itu.

“Tidak boleh seperti itu (aksi bakar) namanya itu hukum rimba, tetap enggak boleh semena-mena begitu seharusnya diserahkan prosesnya pada kepolisian,” ujarnya.

Bangkai bus itu sendiri telah dipindahkan pihak kepolisian. (Ad.Wic)