Cerdas! Cara Bos Merpati  Biayai Bangun Ratusan Motor Tuanya
dav

YOGYAKARTA: Pendiri museum motor dan mobil kuno, Merpati Museum Yogyakarta,
David Sunar Handoko, 63, menuturkan sebagian besar koleksi buruannya saat dibeli masih berbentuk bahan.

Bahan merupakan istilah yang merujuk onggokan motor tak berfungsi, yang masih harus dibangun ulang lagi, agar dapat berfungsi normal.

Padahal dari total 400 unit koleksi motor tuanya keluaran 1916-1980 itu, baru 300 unit motor yang layak pajang di museum Handoko yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan nomor 88, Ngampilan Kota Yogya itu.

Sebanyak 100 unit lain masih teronggok di gudang bengkelnya dan proses bangun ulang.

“Perawatan juga biaya bangun ulang motor motor tua itu jelas sangat besar kalau bicara sekarang,” ujar Handoko Sabtu 9 Maret 2019.

Handoko yang getol berburu motor tua sejak 1990 itu mengaku sudah tak aktif berburu motor tua lagi sejak tahun 2000 silam.

Sebab saat itu harga harga motor tua termasuk yang masih dalam bentuk bahan dan spare partnya sudah melambung tinggi seiring naiknya kurs dollar atas rupiah.

Untuk beli motor tua yang sudah didandani sebagai koleksi bukan pilihan bijak menurut Handoko karena harganya sangat mahal.

“Tahun 1990 pas masih getol cari motor tua kan yang mahal cuma spare partnya, karena harus impor, sedangkan bahannya saat itu murah sekali, istilahnya Rp.1-2 juta sudah dapat,” ujarnya.

Namun saat ini, harga bahan motor tua yang murah itu sudah melambung karena diburu orang. Harga bahan motor tua terkerek bisa puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Nah, kenaikan harga bahan yang tinggi inilah yang menjadi celah Handoko untuk membiayai tingginya biaya membangun ulang koleksinya. Kadang Handoko merelakan satu dua bahannya dijual demi membangun ulang motor tua yang diprioritaskan.

“Bahan saya jual dengan harga mahal tak masalah (untuk biaya bangun dan perawatan), kenapa harus takut wong orang cari bahan sekarang sangat susah,” ujarnya.

Handoko pun merasa diuntungkan pamor motor tua kini bersinar lagi dan banyak orang berburu termasuk dalam bentuk bahan. Dengan ratusan bahan yang dimilikinya, ia tak perlu risau membiayai perawatan dan bangun ulang motor tuanya.

“Membangun motor tua kan tak bisa cepat, satu motor bisa butuh waktu dua sampai tiga tahun,” ujar Handoko yang dibantu 10 mekanik untuk merawat dan membangun koleksi motor tuanya itu.

Handoko menilai dalam hobi sekaligus bisnis yang ia geluti saat ini ada tiga jenis barang yang biasa dibeli orang.

Pertama, barang yang dibutuhkan sekarang seperti kebutuhan pokok seperti makanan. Kedua, barang untuk masa depan seperti tanah. Ketiga, barang masa lalu seperti motor atau mobil tua yang diperkirakan masih bernilai di masa depan.

“Jadi kalau saya beli motor atau mobil tua itu bisa dapat sejarahnya, tabungannya, tapi juga dapat kesenangannya (hobi),” ujarnya. (Mar)