Libur Nyepi, Wisatawan Bali Sambangi Yogya 

YOGYAKARTA: Liburan hari raya Nyepi di Yogyakarta masih dipadati dengan wisatawan, Kamis 7 Maret 2019.  

Meski cuaca agak mendung kawasan Malioboro sampai sejumlah obyek wisata tetap ramai kunjungan.

Tak terkecuali di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta yang sedari pagi dipadati wisatawan berbagai daerah.  

Deretan kendaraan wisatawan yang datang ke Gembira Loka rata-rata menunjukkan pelat asal Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Seorang wisatawan asal Denpasar Bali, Martati Ladi, menuturkan pada liburan Nyepi ini ia ikut membawa serta keluarganya berlibur ke Yogya karena tak ikut merayakan hari raya Nyepi.

Dengan suasana Bali yang sebagian warganya masih merayakan hari Nyepi dan tak ada aktivitas, Yogya pun jadi pilihan Martati menjalani liburan.

“Saya aslinya dari Sumatera hanya selama ini memang berdomisili di Denpasar, Bali, ini ke Yogya liburan bersama anak-anak,” ujarnya di sela mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka bersama keluargaya.

Martati menuturkan, Yogya masih menjadi pilihan berliburnya saat hari Nyepi karena ia ingin berwisata sambil memberikan edukasi untuk buah hatinya.

“Yogya kan memiliki beberapa obeyk wisata edukasi, anak-anak juga senang, sudah dua kali ini saat perayaan Nyepi ke Yogya,” ujarnya.

Juru Bicara Kebun Binatang Gembira Loka Eros Yan Renanda menuturkan tingkat kunjungan wisatawan pada Rabu 6 Maret 2019 mencapai 9.000 orang.

“Saat libur Nyepi ini prediksi kami menurun menjadi sekitar 7000 orang yang berkunjung, karena cuaca juga mendung,” ujarnya.

Sedangkan perayaan Nyepi di Yogyakarta sendiri sudah dimulai sejak pertengahan Februari 2019 lalu.

Ketua Umum Perayaan Nyepi Tahun Saka 1941 DIY, I Made Astra Tanaya, menuturkan umat Hindu di Yogyakarta menggelar serangkaian kegiatan menyambut perayaan Nyepi tahun ini dengan berbagai ritual keagamaan, kesenian, hingga aksi sosial.

Rangkaian ritual Nyepi itu di Yogya telah dimulai dengan prosesi Matur Piuning Minggu, 17 Februari 2019, yang dilaksanakan di Tugu Pal Putih Yogyakarta dan Candi Prambanan. Lalu pada Selasa, 19 Februari 2019 dilanjutkan prosesi Ngelinggihan Dewi Tarpini di Pura Jagatnatha Banguntapan, kemudian pada Selasa, 5 Maret dilanjutkan dengan ritual Mapepade Nyukat Karang di Pura Jagatnatha Banguntapan. Pada Minggu, 3 Maret 2019, digelar upacara Melasti atau labuhan sebagai simbol untuk pembersihan di pantai selatan Yogya. Kemudian pada Rabu, 6 Maret 2019, dilaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan.

Setelah itu, umat Hindu di Yogya akan menggelar tradisi Darma Santi sebagai penutup dari rangkaian Nyepi pada Sabtu, 23 Maret di Kantor Kepatihan Gubernur DIY. “Disini akan dilakukan tradisi saling maaf-memaafkan sehingga tidak ada lagi rasa benci, juga marah antar umat,” ujarnya. (Mar)