Oprek Honda NSR Ala Bengkel  Yogya, Deretan Komponen Yang Kerap Jadi Penghambat
dav

YOGYAKARTA: Tak banyaknya bengkel yang bersedia menangani kerusakan seri Honda NSR yang mesinnya dikenal rumit, sering membuat pecintanya kecewa.

Kalau pun pemilik bisa menemukan bengkel yang bisa memperbaiki kerusakan mesin NSR, harganya acapkali mahal, tak terjangkau karena spare part motor legenda 2 tak itu terlampau tinggi.

Namun di Yogya, ada sebuah bengkel bernama Kadal Balap yang selama delapan tahun terakhir banyak mengoprek NSR pemilik berbagai daerah agar mesinnya tak gampang rewel. Harga oprekan di bengkel yang beralamat di Jalan Brojojoyo nomor 12 Condong Catur Sleman itu pun diklaim lebih terjangkau karena sebagian komponen dibuat sendiri.

“Tak harus mahal buat memiliki motor NSR yang garang dan tak rewel, silahkan keluar biaya tinggi asal dapat motor yang sesuai juga,” ujar pendiri bengkel Kadal Balap Seco Pulung Gono kepada Tempo Selasa 26 Februari 2019.

Pulung menilai jika ada banderol motor sport 2 tak tinggi biasanya akan teruji dulu semacam lewat drag atau road race.

“Tapi apa NSR sering diturunkan untuk diuji, belum pernah karena banyak masalah, dan biayanya mahal kalau sudah punya masalah,” ujarnya.

Lantas apa saja yang bagian yang perlu dirombak dari NSR agar tak gampang rewel dan larinya beringas?

Pertama, ujar Pulung, faktor utama penyebab kerusakan mesin NSR yakni bagian chip RC Valve. Komponen ini menurut Pulung tak berguna karena menghambat kompresi tak bisa lepas sehingga layak dibuang dan beralih total tanpa campur tangan komponen pengatur sistem katup motor tersebut.

“Jadi satu komponen RC Valve ini bisa menyerang semua komponen mesin, makanya ribet,” ujarnya.

RC Valve ini menjadi masalah utama karena bekerja tak sesuai semestinya mendukung karakter motoe 2 tak. Mesin motor 2 tak bekerja dengan prinsip sekali transfer harus habis pembakarannya. Dan chip RC Valve yang bertugas mengatur temperatur kompresi sering tak bekerja seperti yang diharapkan, sehingga membuat mesin cepat overheat.

“Jadi kalau semula oli dan bensin masuk lewat tiga jalur jadi satu saja,” ujarnya.

Kedua, bagian crankcase atau krengkes. Pulung menuturkan, bagian crankcase pada NSR perlu dirombak demi memperlancar transferan bahan bakar langsung ke bandul dan tak mengalami kebocoran. Caranya sederhana dengan digerinda membentuk persegi untuk akses tunggal bahan bakar.

Lalu ketiga untuk block silinder.
Bagian block mesin bawaan NSR menurut Pulung selama ini menjadi penghambat kinerja tak maksimal. Sebab seringkali air bisa masuk ke ruang pembakaran dan membuatnya tak sempurna menghasilkan tenaga tarikan. Untuk mengatasinya, Pulung memberi nat atau tambahan pada permukaan block sehingga bagian itu menjadi lebih rapat. Selain itu pada bagian block juga diberi tambalan pada akses yang tak perlu sehingga hanya ada satu akses ke ruang bakar.

Terakhir, jalur untuk air radiator yang semula tertanam di block ditutup lalu ganti dialihkan dengan membuatkan saluran di bagian bawah crankcase layaknya layout Kawasaki Ninja 150. Pemindahan jalur air radiator ini dinilai Pulung membuat pendinginan mesin lebih merata dan mencegah mesin overheat.

Untuk merehab komponen komponen paling rentan bawaan NSR itu, Pulung mengatakan kisaran biayanya minimal Rp 3,5 juta.

“Saya bukan jualan motor, tapi memperbaiki mesin untuk pecinta NSR saja” ujarnya. (Mar)